Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Ambigu

Mata ini tidak pernah berpaling dari matamu, malam yang dingin, aku ingin merindukanmu, Tapi sulit, Hati ini tidak mengizinkan. Rasa yang terpendam untukmu, Tidak sirna, Tapi sedikit memudar.. Mata ini tidak pernah berhenti menatap matamu, Didalam angan hanya ada sedikit rasa ingin. Ingin mecintai, Dan ingin membenci. Hanya sedikit kenangan yang tercipta, Dikisah singkat ini. Menyisakan banyak luka. Karena bersamamu, Seakan menjadi pengobat rindu, Karena senyummu ku jadi ambigu, Antara senyum palsu dan rindu, Akhirnya telah jadi sesalku.

Nada Asmara

Sebuah kalimat tertata diantara sepucuk suratku untuknya. Ia melantunkan surat itu dengan setumpuk nada yang mendayu-dayu. Seakan ia ingin memulai sebuah romansa baru denganku. Ia terbangkan aku dengan sebuah lagu.. Aku dan dia dimabuk asmara, Aku dan dirinya t'lah dipermainkan oleh nada. Nada Asmara. Telah tiba sebuah pesan nakal darinya, Tapi mengapa aku bahagia. Seakan ia telah meniupkan angin sejuk diantara hatiku. Karena ia menyatakan banyak rindu untukku. Kebahagiaan yang takkan terganti adalah waktu, Bersamamu waktu seakan berlari. Sampai tiba waktunya kau ucapkan,, will you marry me.

PERNAH

pernah aku melihatnya, kadang hilang dari pandangan, tapi tak pernah lepas dari ingatan. dulu pernah ada rasa, dulu pernah ada kisah, yang pernah tercipta. tapi hanya pernah. seucap kata itu melunturkan seluruh ingatan. pernah terfikir untuk selalu bersamanya, pernah terfikir untuk selalu merindukannya. tapi hanya pernah. tak selama itu aku berharap tentang hal yang tidak mungkin. tak pernah lama aku menginginkan, kata yang tlah terfikir.. "hanya pernah" karena waktu telah mengambil seluruh waktu yang sesaat untuk hidup bersama dengannya selamanya. bukan pernah hanya berfikir untuk hidup bersaman dengannya selamanya.