Sebuah kalimat tertata diantara sepucuk suratku untuknya.
Ia melantunkan surat itu dengan setumpuk nada yang mendayu-dayu.
Seakan ia ingin memulai sebuah romansa baru denganku.
Ia terbangkan aku dengan sebuah lagu..
Aku dan dia dimabuk asmara,
Aku dan dirinya t'lah dipermainkan oleh nada.
Nada Asmara.
Telah tiba sebuah pesan nakal darinya,
Tapi mengapa aku bahagia.
Seakan ia telah meniupkan angin sejuk diantara hatiku.
Karena ia menyatakan banyak rindu untukku.
Kebahagiaan yang takkan terganti adalah waktu,
Bersamamu waktu seakan berlari.
Sampai tiba waktunya kau ucapkan,,
will you marry me.
Komentar
Posting Komentar