Kau melangkah terpaku,
Rasa yang tumbuh terus kau sirami..
kau terjebak antara dinginnya malam dan
Teriknya mentari...
Kau membagi setengah hatimu untuk dirimu sendiri.
Kau biarkan rasamu yang lain..
Kau biarkan ia layu..
Kau biarkan rasamu yang lain..
Disirami hati yang lain..
Dan menjadi penyegar dan pembawa cinta
Bagi oranglain..
Sedangkan dirimu sendiri.
Bersama hatimu sendiri..
Setengah hatimu pun hanya kamu miliki sendiri..
Tidak dimiliki siapapun..
Karena cinta butuh sepenuh hati untuk mencintai seutuhnya..
Bukan setengahnya.
Rasa yang tumbuh terus kau sirami..
kau terjebak antara dinginnya malam dan
Teriknya mentari...
Kau membagi setengah hatimu untuk dirimu sendiri.
Kau biarkan rasamu yang lain..
Kau biarkan ia layu..
Kau biarkan rasamu yang lain..
Disirami hati yang lain..
Dan menjadi penyegar dan pembawa cinta
Bagi oranglain..
Sedangkan dirimu sendiri.
Bersama hatimu sendiri..
Setengah hatimu pun hanya kamu miliki sendiri..
Tidak dimiliki siapapun..
Karena cinta butuh sepenuh hati untuk mencintai seutuhnya..
Bukan setengahnya.
Komentar
Posting Komentar