Setiap waktu yang aku jalani,
Semua hasil dari berpasrah diri,
Disaat langkah kakiku mulai terhenti,
Ada kata yang tidak bisa kuhindari.
Antara resah dan gundah.
Ragaku bagai disayat sembilu..
Aku rela, aku lelah, aku pasrah.
Tatapanmu tak sama lagi sayang,
Belaianmu tak lagi hangat..
Bahkan suaramu tak lagi indah ku dengar..
Sekujur tubuhku kaku, membeku,
Meronta, meminta jiwaku menjauh..
Tapi banyak luka yang terobati oleh sayangku sendiri..
Mungkin ikhlas akan mengajakku
berhenti menjauhi takdir..
Semua hasil dari berpasrah diri,
Disaat langkah kakiku mulai terhenti,
Ada kata yang tidak bisa kuhindari.
"Takdir"Aku berhenti sejenak di peraduanku,
Antara resah dan gundah.
Ragaku bagai disayat sembilu..
Aku rela, aku lelah, aku pasrah.
Tatapanmu tak sama lagi sayang,
Belaianmu tak lagi hangat..
Bahkan suaramu tak lagi indah ku dengar..
Sekujur tubuhku kaku, membeku,
Meronta, meminta jiwaku menjauh..
Tapi banyak luka yang terobati oleh sayangku sendiri..
Mungkin ikhlas akan mengajakku
berhenti menjauhi takdir..
Komentar
Posting Komentar