Langsung ke konten utama

BUMI 2017

Wangi cemara masih belum pergi dari penciuman,
Karena aku belum beranjak,
Masih ditempat yang sama,
Bertemankan angin dan kicauan burung yang merdu.

Di ketenangan ini,
Hanya aku dan alam,
Pun secarik kertas.
Saksi bisu keindahan yang masih terjaga.

"Aku tidak ingin pergi,
Bahkan aku ingin membangun istana disini,
Merobohkan semua cemara yang kini meneduhiku,
Ingin membawa banyak orang kemari.
Agar suara burungpun tak terdengar lagi."

Bisikan liar mengandai-andai di otak ku.
Memburu kelemahan manusia yang kuat nan bodoh ini.

Dunia tua,
Dunia renta,
Bila ada tongkat untuk menopangmu,
Hanyalah pohon segar nan rindang,
Dan manusia yang sadar dan berimanlah jiwamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERHENTI DI KAMU

Ini adalah sebuah petualangan.. yang didalamnya terdapat aku, kamu, dan masalalu.. ku telah menyinggahi banyak hati.. akupun singgah di hatimu. Disaat aku hilang arah, Aku sendiri karena ketidak tahuan akan sebentuk cinta yang sesungguhnya. Seseorang menyalakan api yang menggebu, Disudut kegelapan hati yang kosong dan pilu. Memberikan cahaya yang sangat menyilaukan, Menghangatkan rindu yang tlah lama membeku. Petualangan ini ku akhiri... Biarpun menyisakan banyak kenangan. Biarlah hanya sebuah kata.. Karena ku telah menemukan kamu Kamulah takdir yang tertulis untukku.

HATI YANG TAK TERLIHAT

Kala cermin memperlihatkan aku.. Yang hatiku lihat bukanlah diriku. Dikala waktu tak henti hentinya membual tentangmu, Aku hanya membisu... Ingin percaya, tapi hati berkata jangan. Yang terucap bukanlah yang dirasa. Seperti tersembunyi dibalik bayangan. Terungkap tapi tidak. Bagaikan rahasia. Kamu hanya yang kurasa, Tapi kamu menjadi rahasia yang nyata. Ruang hati penuh rahasia. terbunuh oleh fakta. tak dapat bicara. Ia menjerit dalam senyum dan tawa. Menangis pun tiada guna. Sungguh kasihan... Tapi cinta yang dapat mengobatinya... Hati yang penuh luka.