Aku tak sempat menatap langit dengan tenangku,
Aku tak sempat bicara pada hatiku,
Apa ini Cinta atau kasihan,
Aku tak sempat bertanya pada matanya.
Aku sibuk dengan diriku,
Aku sibuk dengan detakku,
Yang setiap saat jantungku terhenti saat bertemu,
Wajahku memerah, dan badanku terasa kaku.
Fikirku,
Ini demam,
Kata hatiku,
Tidak, ini rindu..
Entahlah...
Setiap tingkahnya membuatku rindu,
Setiap katanya selalu menjadi penyemangatku.
Aku telah terobsesi padanya,
Tapi aku tidak sampai menggilainya..
Kuingin dia,
Kuminta dia,
Diantara doa sepertiga malamku.
Aku tak sempat bicara pada hatiku,
Apa ini Cinta atau kasihan,
Aku tak sempat bertanya pada matanya.
Aku sibuk dengan diriku,
Aku sibuk dengan detakku,
Yang setiap saat jantungku terhenti saat bertemu,
Wajahku memerah, dan badanku terasa kaku.
Fikirku,
Ini demam,
Kata hatiku,
Tidak, ini rindu..
Entahlah...
Setiap tingkahnya membuatku rindu,
Setiap katanya selalu menjadi penyemangatku.
Aku telah terobsesi padanya,
Tapi aku tidak sampai menggilainya..
Kuingin dia,
Kuminta dia,
Diantara doa sepertiga malamku.
Puisi nya udah banget ....
BalasHapus