Langsung ke konten utama

Postingan

IKHLAS

Setiap waktu yang aku jalani, Semua hasil dari berpasrah diri, Disaat langkah kakiku mulai terhenti, Ada kata yang tidak bisa kuhindari. "Takdir" Aku berhenti sejenak di peraduanku, Antara resah dan gundah. Ragaku bagai disayat sembilu.. Aku rela, aku lelah, aku pasrah. Tatapanmu tak sama lagi sayang, Belaianmu tak lagi hangat.. Bahkan suaramu tak lagi indah ku dengar.. Sekujur tubuhku kaku, membeku, Meronta, meminta jiwaku menjauh.. Tapi banyak luka yang terobati oleh sayangku sendiri.. Mungkin ikhlas akan mengajakku berhenti menjauhi takdir..

Ambigu

Mata ini tidak pernah berpaling dari matamu, malam yang dingin, aku ingin merindukanmu, Tapi sulit, Hati ini tidak mengizinkan. Rasa yang terpendam untukmu, Tidak sirna, Tapi sedikit memudar.. Mata ini tidak pernah berhenti menatap matamu, Didalam angan hanya ada sedikit rasa ingin. Ingin mecintai, Dan ingin membenci. Hanya sedikit kenangan yang tercipta, Dikisah singkat ini. Menyisakan banyak luka. Karena bersamamu, Seakan menjadi pengobat rindu, Karena senyummu ku jadi ambigu, Antara senyum palsu dan rindu, Akhirnya telah jadi sesalku.

Nada Asmara

Sebuah kalimat tertata diantara sepucuk suratku untuknya. Ia melantunkan surat itu dengan setumpuk nada yang mendayu-dayu. Seakan ia ingin memulai sebuah romansa baru denganku. Ia terbangkan aku dengan sebuah lagu.. Aku dan dia dimabuk asmara, Aku dan dirinya t'lah dipermainkan oleh nada. Nada Asmara. Telah tiba sebuah pesan nakal darinya, Tapi mengapa aku bahagia. Seakan ia telah meniupkan angin sejuk diantara hatiku. Karena ia menyatakan banyak rindu untukku. Kebahagiaan yang takkan terganti adalah waktu, Bersamamu waktu seakan berlari. Sampai tiba waktunya kau ucapkan,, will you marry me.

PERNAH

pernah aku melihatnya, kadang hilang dari pandangan, tapi tak pernah lepas dari ingatan. dulu pernah ada rasa, dulu pernah ada kisah, yang pernah tercipta. tapi hanya pernah. seucap kata itu melunturkan seluruh ingatan. pernah terfikir untuk selalu bersamanya, pernah terfikir untuk selalu merindukannya. tapi hanya pernah. tak selama itu aku berharap tentang hal yang tidak mungkin. tak pernah lama aku menginginkan, kata yang tlah terfikir.. "hanya pernah" karena waktu telah mengambil seluruh waktu yang sesaat untuk hidup bersama dengannya selamanya. bukan pernah hanya berfikir untuk hidup bersaman dengannya selamanya.

Sakit hati

Terkurung dalam rindu yang kutanam untukmu. Aku tak dapat lagi melihat senyummu. Terlepas sudah rindu itu dari dirimu. Hatiku tlah tertambat untukmu. Bukannya aku tidak pernah membuatmu tersenyum. Tapi senyum dariku sudah tak berarti lagi. Kamu mengatakan hanya ingin sendiri. Tapi kamu tak pernah lagi datang padaku. Hatiku terluka. Kamu hanya tersenyum, Aku tak percaya.. Kamu tersenyum disaat lukaku semakin menjadi. Senyummu seakan menjadi api yang membakar seluruh hatiku. Ia telah ada didalam fikiranku.. Hatiku telah terbakar dan menjadi abu.. Tapi tetap ia tak pernah lagi ada untukku. Ia berada di fikiranku. Hanya namanya, Bukan memori tentangnya.

Kasih Dalam Bayangan

Ku buka pagi dengan mengembangkan sebuah senyuman. Bias mentari diantara rindangnya dedaunan.. Langkah kaki sedikit terlambat, Lihatlah aku, Kembalilah untukku.. Kasih kau masih dalam ingatan, belum terlihat dalam bayangan. Bila tanpamu aku tak bisa melepaskan ingatan tentangmu, Maka luka darimu sulit untuk simpan lagi. seakan pudar semua pedih dalam hati. Semua kisah tentangmu hanyalah luka sebenarnya. Bayangan tentang kebahagiaan, hanyalah bayanganku. Kenyataan tentang sya'ir lagu yang indah hanyalah sebuah mimpi, Yang takkan pernah terjadi. Semua bayangan hanyalah tentang aku, aku dan aku.. Sedangkan kenyataannya, bahagiamu sedikit untukku.

Karena Satu Kata

Tak ada kata seindah cinta. Pena menuliskan sebuah kalimat, Menyentuh hatinya, Melukainya, Juga membakarnya.. Karena sebuah kata "cinta" Benar satu kata berjuta arti "cinta" Benar adanya, Tak terlihat namun terasa.. Jantung seakan berhenti berdetak ketika mendengarnya, Terasa membeku sekujur tubuh karenanya, Setelahnya tak pernah berhenti memikirkannya. Saat cinta terasa indah, Bagaikan diantara taman syurga, Saat menyakitkan bagai di neraka, Dan saat menyedihkan, Air hujan pun terlihat murka. Hanya karena satu kata "cinta".