Langsung ke konten utama

Postingan

BUMI 2017

Wangi cemara masih belum pergi dari penciuman, Karena aku belum beranjak, Masih ditempat yang sama, Bertemankan angin dan kicauan burung yang merdu. Di ketenangan ini, Hanya aku dan alam, Pun secarik kertas. Saksi bisu keindahan yang masih terjaga. "Aku tidak ingin pergi, Bahkan aku ingin membangun istana disini, Merobohkan semua cemara yang kini meneduhiku, Ingin membawa banyak orang kemari. Agar suara burungpun tak terdengar lagi." Bisikan liar mengandai-andai di otak ku. Memburu kelemahan manusia yang kuat nan bodoh ini. Dunia tua, Dunia renta, Bila ada tongkat untuk menopangmu, Hanyalah pohon segar nan rindang, Dan manusia yang sadar dan berimanlah jiwamu.

TERHEMPAS

Malam itu angin dingin mengigilkan sekujur tubuh. Malam itu ada rindu yang membisik dibalik gemuruh hembusannya. Menyentuh dan menghilang. Sungguh hati ini rindu dekapannya, Rindu ketulusan yang tidak pernah terucap. Rindu apapun tentang yang mereka rasakan. Aku sendiri, Masih menanti.. Sejak ku ditimang sampai ku berjalan... Sejak itu ku dipangkuan.. Tiba aku sendiri, Meringkuk merintih dengan segala jerit dihati. Aku sendiri.. Dengan segala beban dan sekian banyaknya kerinduan.. Akupun hanya rindu sendiri. Angin telah membawa pergi sayangnya bersama masalalu. Menghempaskan kenangannya tinggal bersamaku. Akupun rindu meski hanya aku. Akupun sayang meski hanya aku. Akupun tetap kembali, meski hanya aku... Sampai akupun ikut terhempas bersama rinduku. Bogor, 22 Desember 2017

HATI YANG TAK TERLIHAT

Kala cermin memperlihatkan aku.. Yang hatiku lihat bukanlah diriku. Dikala waktu tak henti hentinya membual tentangmu, Aku hanya membisu... Ingin percaya, tapi hati berkata jangan. Yang terucap bukanlah yang dirasa. Seperti tersembunyi dibalik bayangan. Terungkap tapi tidak. Bagaikan rahasia. Kamu hanya yang kurasa, Tapi kamu menjadi rahasia yang nyata. Ruang hati penuh rahasia. terbunuh oleh fakta. tak dapat bicara. Ia menjerit dalam senyum dan tawa. Menangis pun tiada guna. Sungguh kasihan... Tapi cinta yang dapat mengobatinya... Hati yang penuh luka.

BERHENTI DI KAMU

Ini adalah sebuah petualangan.. yang didalamnya terdapat aku, kamu, dan masalalu.. ku telah menyinggahi banyak hati.. akupun singgah di hatimu. Disaat aku hilang arah, Aku sendiri karena ketidak tahuan akan sebentuk cinta yang sesungguhnya. Seseorang menyalakan api yang menggebu, Disudut kegelapan hati yang kosong dan pilu. Memberikan cahaya yang sangat menyilaukan, Menghangatkan rindu yang tlah lama membeku. Petualangan ini ku akhiri... Biarpun menyisakan banyak kenangan. Biarlah hanya sebuah kata.. Karena ku telah menemukan kamu Kamulah takdir yang tertulis untukku.

IKHLAS

Setiap waktu yang aku jalani, Semua hasil dari berpasrah diri, Disaat langkah kakiku mulai terhenti, Ada kata yang tidak bisa kuhindari. "Takdir" Aku berhenti sejenak di peraduanku, Antara resah dan gundah. Ragaku bagai disayat sembilu.. Aku rela, aku lelah, aku pasrah. Tatapanmu tak sama lagi sayang, Belaianmu tak lagi hangat.. Bahkan suaramu tak lagi indah ku dengar.. Sekujur tubuhku kaku, membeku, Meronta, meminta jiwaku menjauh.. Tapi banyak luka yang terobati oleh sayangku sendiri.. Mungkin ikhlas akan mengajakku berhenti menjauhi takdir..

Ambigu

Mata ini tidak pernah berpaling dari matamu, malam yang dingin, aku ingin merindukanmu, Tapi sulit, Hati ini tidak mengizinkan. Rasa yang terpendam untukmu, Tidak sirna, Tapi sedikit memudar.. Mata ini tidak pernah berhenti menatap matamu, Didalam angan hanya ada sedikit rasa ingin. Ingin mecintai, Dan ingin membenci. Hanya sedikit kenangan yang tercipta, Dikisah singkat ini. Menyisakan banyak luka. Karena bersamamu, Seakan menjadi pengobat rindu, Karena senyummu ku jadi ambigu, Antara senyum palsu dan rindu, Akhirnya telah jadi sesalku.

Nada Asmara

Sebuah kalimat tertata diantara sepucuk suratku untuknya. Ia melantunkan surat itu dengan setumpuk nada yang mendayu-dayu. Seakan ia ingin memulai sebuah romansa baru denganku. Ia terbangkan aku dengan sebuah lagu.. Aku dan dia dimabuk asmara, Aku dan dirinya t'lah dipermainkan oleh nada. Nada Asmara. Telah tiba sebuah pesan nakal darinya, Tapi mengapa aku bahagia. Seakan ia telah meniupkan angin sejuk diantara hatiku. Karena ia menyatakan banyak rindu untukku. Kebahagiaan yang takkan terganti adalah waktu, Bersamamu waktu seakan berlari. Sampai tiba waktunya kau ucapkan,, will you marry me.